
Sebagian orang mungkin menganggapmu sebagai masa lalu yang sudah selesai. Tapi bagiku, kamu adalah hari ini. sebuah momen yang selalu kunantikan keberadaannya.
Bayangmu masih saja menetap tanpa kenal waktu. Otakku seolah dipaksa memutar ulang pita memori tentang kita. Mulai dari riuhnya liburan bersama, pusingnya memecah kepala demi tugas wawancara, hingga rutinitas sederhana bertukar cerita setiap hari.
Kehadiranmu membekas begitu dalam. Dan sampai detik ini, aku masih berjuang keras dalam sunyi. Belajar merelakan satu kenyataan pahit: bangku di depanku kini benar-benar kosong.
Ok, selamat terus semangat berkarya