Merelakan Dalam Kesunyian

Karya oleh: Lailil Magfiroh
Dipublikasikan oleh: Perpustakaan MAN 2 Probolinggo (Admin) Estimasi waktu baca: 1 Menit Baca Karya ini telah dilihat sebanyak 16 Kali

Sebuah foto sinematik yang intim dari perspektif seorang siswa, melihat ke meja kayu yang kosong di ruang kelas Madrasah Aliyah Indonesia. Di atas meja yang diterangi cahaya sore yang hangat, terdapat sebuah buku catatan 'PENDIDIKAN AGAMA ISLAM' dan sebatang pensil. Di sebelah jendela di kiri, dua siswi berhijab tertawa bahagia, namun bayangan mereka terlihat buram dan etereal, seperti kenangan yang melekat di ruang itu. Latar belakang menunjukkan siswa-siswi lain yang fokus belajar, menciptakan kontras antara kesunyian meja kosong dan kehangatan memori yang tersisa. Atmosfer melankolis namun penuh harapan.

Sebagian orang mungkin menganggapmu sebagai masa lalu yang sudah selesai. Tapi bagiku, kamu adalah hari ini. sebuah momen yang selalu kunantikan keberadaannya.

Bayangmu masih saja menetap tanpa kenal waktu. Otakku seolah dipaksa memutar ulang pita memori tentang kita. Mulai dari riuhnya liburan bersama, pusingnya memecah kepala demi tugas wawancara, hingga rutinitas sederhana bertukar cerita setiap hari.

Kehadiranmu membekas begitu dalam. Dan sampai detik ini, aku masih berjuang keras dalam sunyi. Belajar merelakan satu kenyataan pahit: bangku di depanku kini benar-benar kosong.

Apa tanggapan Anda?

Tentang Penulis: Lailil Magfiroh

Halo! Aku Lailil. Sebagai seorang selenophile, aku seringkali menemukan ketenangan di bawah pendar bulan dan dalam keheningan dunia fiksi. Bagiku, membaca adalah napas dan menulis adalah cara terbaik untuk merangkai mimpi menjadi nyata. Aku percaya bahwa setiap langkah kecil hari ini adalah bentangan jalan menuju masa depan yang besar. Terima kasih telah menyempatkan diri singgah di ceritaku. Mari terhubung lebih jauh di:
• Instagram: @Lylulaby03
• TikTok: @Selenophile
• Wattpad: Lylulaby

1 Tanggapan untuk “Merelakan Dalam Kesunyian”

Tinggalkan Tanggapan Anda

Alamat surel (email) Anda tidak akan dipublikasikan.