
Tidak semua kenangan itu buruk. Beberapa di antaranya menyimpan cerita yang diam-diam terus hidup.
Dan kini, kilasan memori itu kembali datang. Sebuah cerita yang dulu kukira bakal punya bab lanjutan. Tapi nyatanya, hari itu justru menjadi perpisahan yang tak pernah kita ucapkan.
Kamu mungkin cuma mampir untuk mengisi beberapa episode singkat di hidupku. Tapi buatku, kehadiranmu meninggalkan tumpukan cerita yang terlalu rumit untuk diurai. Kepergianmu pun menorehkan jejak yang mustahil dihapus.
Semuanya terus berputar di kepala. Tawa kita. Tangis kita. Kini, semua itu cuma bisa kukenang. Rindu ini akhirnya hanya sanggup kutuangkan lewat tulisan. Tanpa suara. Tanpa obrolan panjang. Aku menumpahkan semuanya murni untukmu.
Untukmu yang sudah melangkah pergi. Kita mungkin tak lagi bisa bertukar cerita, apalagi berjalan beriringan mengejar mimpi yang sama. Tapi, aku masih memegang satu kepercayaan. Kelak kita akan bertemu lagi, sebagai versi terbaik dari diri kita masing-masing.