Wahai Pemuda Bangsa (Dian Zahrotus Sita)

Karya oleh: Redaksi Pena Pustaka
Dipublikasikan oleh: Perpustakaan MAN 2 Probolinggo (Admin) Estimasi waktu baca: 1 Menit Baca Karya ini telah dilihat sebanyak 0 Kali

17 Agustus 1945
Proklamasi yang bergemuruh di mana-mana
Bendera yang kian berkibar dengan indah
Menyimpan perjuangan yang luar biasa

Saat bangsa asing perlahan datang
Kebahagiaan meredup seakan telah hilang
Tangisan-tangisan yang menyayat hati
Saat tetes darah membasahi bumi Pertiwi

Heeey, bangsa durjana

Perbuatanmu begitu keji
Perbuatanmu tak bisa diampuni
Lihatlah, lihatlah mereka
Anak-anak yang kehilangan masa kecilnya
Orang tua yang kehilangan buah hatinya

Apaaaa, apa yang kalian perbuat
Tanah yang tandus kini basah karena tetesan darah mayat yang kalian hempas

Bersakit-sakit untuk mewujudkan satu kata
Merdeka, merdeka
Tatap, tatap mereka wahai pemuda bangsa

Terbata-bata untuk makan
Tertunduk untuk meminta keadilan
Berjuang demi kebebasan Nusantara
Bertahan demi bangsa Indonesia

*****

Dian Zahrotus Sita, yang kerap dipanggil Sita, adalah seorang siswa madrasah aliyah yang masih berusia belasan tahun. Meskipun masih muda, ia tidak merasa malu untuk berkarya di dunia luar. Sita bercita-cita untuk melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi Islam dengan beasiswa, yang menjadi pendorong baginya untuk selalu berkarya. Lewat karya tulisnya, ia bersemangat untuk memotivasi banyak orang bahwa meraih pendidikan tinggi tidak harus selalu dengan uang.

Apa tanggapan Anda?

Tinggalkan Tanggapan Anda

Alamat surel (email) Anda tidak akan dipublikasikan.