Sekarang bukan lagi masa penjajahan. Indonesia kini telah merdeka. Bung Karno dan Bung Hatta serta para pahlawan lainnya telah memberi kita kebebasan dari tembakan penjajah.
Lantas mengapa di Indonesia masih banyak pertumpahan darah? Mereka saling melawan, darah bercucuran dimana-mana. Mereka jadikan saudara-saudaranya sebagai musuh sendiri.
Kita satu bangsa satu bahasa, apa maknanya jika kita sesama saudara masi saling melawan? Apa yang kita perebutkan hingga tega menghilangkan nyawa seseorang? Tauran antar sekolah, pelecehan seksual, pembunuhan, dan kekerasan kerap terjadi dimana-mana.
Lalu, apa balas jasamu terhadap para pahlawan yang sudah lelah melawan para penjajah? Kini kita hanya menikmati ketenangan tanpa suara tembakan, tapi kita lupa bahwa sekarang kita seperti ini karna pengorbanan para pahlawan. Kita seolah telah lupa akan jasa para pahlawan.
Pahlawan rela meninggalkan keluarganya hanya untuk mempertahankan Indonesia. Mereka mengharapkan Indonesia merdeka agar kelak kita bisa menikmati ketenangan tanpa suara tembakan. Mereka pun mengharapkan kita menjadi saudara yang mencintai kedamaian, serta hidup rukun dalam ikatan persaudaraan sesama bangsa.
Ki Hadjar Dewantara susah payah membangun pendidikan, tapi kita jadikan pendidikan sebagai candaan. Tauran antar sekolah tak akan membuat Indonesia maju, justru bisa memicu terjadinya pecah belah antar sesama. Tugas kita sebagai pelajar hanya melawan kemalasan dan kebodohan. Lanjutkan perjuangan para pahlawan untuk membuat Indonesia maju.
=====
Yunita Saifilla, lahir di tanjung 26 Maret 2008 dan menetap di tanjung. Menyelesaikan pendidikan sd di SDN tanjung pajarakan, lalu melanjutkan di SMPN 1 Pajarakan dan sekarang bersekolah di MAN 2 Probolinggo. Hobi membaca dan melukis. Bercita-cita menjadi guru. Instagram @onyours_afil