Manis saat dilihat, hangat saat dirasakan
Tapi akan hambar jika didiamkan dan seketika dingin saat di tinggalkan
Segelas kopi susu hangat disetiap pagi hariku. Karena aku bukan penyuka kopi, maka dari itu aku memilih kopi susu hangat. Ada aroma hangat memasuki tepi tepi hati ku. Aroma yang membuat aku merasa candu. Ada rasa manis di lidah perasa ku. Manis terasa kala itu. Ada juga rasa pahit tak terduga di larutan ini. Pahit yang tak kuharap muncul di minumanku.
Minum seteguk demi seteguk, seketika semua perasaan ini larut kedalamnya. Perasaan perasaan aneh yang sering terdengar syahdu kala itu, kini telah tersimpan rapat rapat. Perasaan yang tak mampu diungkapkan kembali. Perasaan yang kini semuanya terlarut dalam hangatnya kopi susu di pagi hari.
Entah mengapa segelas kopi susu ini bisa mengetahui semua segala sesuatu tentangku tanpa harus bercerita. Meneguk perlahan lahan hangatnya kopi susu seakan semua lukaku luruh dalam larutan ini. Ya! Memang terlalu mudah untuk menghilangkan rasa manis larutan ini. Ya! Tak sulit menghilangkan pahitnya kopi susu ini.
Suatu perasaan sendu yang pekat menggumpal di tenggorokan membuyar lepas dalam ingatan. Atau memang kebetulan saja, karena aku sedang terbawa suasana. Tapi tak seperti hari biasa, hari ini aku meneguk rasa pahit yang terasa di lidahku.
Begitukah ia. Sampai sampai tahu bagaimana keadaan ku saat ini?
Penulis : Reni Latifa (Siswi XI IPA 1 UGL)